every man entitled to his own way to submit, this is my way.

Friday, July 27, 2007

Paranormal No, Islam Yes

Sedikit renungan awam yang saya ingin share dalam Hari Idul Adha ini.
Mohon koreksinya apabila saya salah.

Beberapa hari ini ada berita yang saya baca dari Detik.com yang selalu
menjadi bahan renungan saya sebelum tidur. Berita itu simple namun
penuh makna untuk saya. Sebuah kisah dimana seorang gadis karyawan
bank, tiba-tiba hilang, entah di culik, di bunuh atau mengaburkan
diri. Kisah menariknya dimulai dari headlinenya "Orang Tua dari ...
Menolak Polisi menggunakan Jasa Paranormal."

Saya membayangkan dalam situasi demikian paniknya, saudara kita (yg
kebetulan beragama Nasrani ini), ternyata konsisten dengan ajaran
Nabi2 kita sebelumnya (dari Adam AS, Ibrahim AS, dll) untuk selalu
menyerahkan diri secara total kepada yang diatas, ketika sampai
kedalam sebuah pencarian makna yg hakiki. Bukan artinya orang tua itu
tinggal diam saja, saya yakin dia bersedia mengorbankan seluruh harta
dan tenaga, bahkan nyawanya untuk mendapatkan putri yang dicintainya.
Tetapi dia tidak menyerah kepada Tahyul yang membawa dirinya kepada
suatu yang tercela dengan akal. Dia menolak secara total paranormal
yang kebanyakan bersifat mistis itu. Dia lebih baik Pasrah kepada
yang Kuasa diatas usaha totalnya mencari putrinya yang hilang itu.

Demikian juga dengan kisah Nabi Ibrahim, ketika mendapat petunjuk
untuk mengorbankan anaknya, belliau tidak mengikuti kebudayaan yang
kuat pada saat itu, seperti mencari dukun ataupun orang sakti yang
ada, meminta petuah ataupun tumbal. Beliau menuruti sebuah kepasrahan
yang beyond our current comprehension. Namun apa yang kita dapatkan.
Ternyata dibalik penyerahan diri secara total (Islam-Total
Submission), terdapat sebuah akal logika yang berbalik kepada kegiatan
yang humanist. Islam mengajarkan ternyata tidak ada tumbal, tidak ada
seserahan, tidak ada pengorbanan percuma atas nama diluar nama Allah
semata. Semuanya berakhir kepada kegiatan sosial, sehingga anjuran
adanya ragam agama untuk kita "berlomba lomba dalam kebaikan" menjadi
fakta yang nyata.

Balik kepada kisah konsistensi orang tua dari karyawati bank yang
hilang tersebut, apapun simbol (KTP agamanya) tersebut, saya menaruh
simpati total karena dalam posisi seperti mereka, saya sendiri tidak
dapat membayangkan apa yang saya bisa lakukan. Semoga doa saya pada
lebaran haji ini membantu meringankan penderitaan mereka dan terima
kasih saya kepada mereka untuk meninspirasi supaya kita selalu
menyerahkan diri kepada Allah, dan menjalankan hanya yang masuk diakal
saja seperti tantangan Allah kepada umat pengikut Nabi Muhammad SAW (Q
2:111 - Tafsir Al-Azhar).

Wallahualam,

JSJ
Semoga renungan pendek ini dapat berkenan dihati saudara2 saya yang
merayakan Harai Raya Idl Adha ini.

About Me